Keberterimaan Warga Belajar Terhadap Produk TIK yang Digunakan dalam Program PLS
Meilisa Lusita (19005071)
Keberterimaan Warga Belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS
Keberterimaan warga belajar terhadap TIK dalam program pendidikan luar sekolah adalah sangat membantu warga belajar dalam suatu program, karena seiring jalannya waktu teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang, jadi warga belajar sangat menerima atas kehadirannya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat membantu atau menunjang dalam proses pencapaian tujuan warga belajar tersebut.
Melalui pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efesien terhadap penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan komunikasi teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses pembelajaran dirancang dan dijalankan secara profesional. Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru adalah pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, sistematis, dan berkesinambungan. Sedangkan siswa sebagai peserta didik merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang menciptakan guru tersebut. Dengan kata lain untuk pendidikan dan pengembangan guru sangat penting bagi keberhasilan penerapan kurikulum berbasis TIK. Semakin berkembangnya manusia, berkembanglah pula ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang. Itu semua mengharuskan pendidikan menyesuaikan langkahnya jika ingin tetap relevan. Hal itu menjadikan pendidikan menjadi kian mahal, satu kenyataan yang sering kurang disadari oleh banyak orang. Dilain pihak berkembangnya umat manusia mendorong makin banyak orang untuk maju dan tak mau tertinggal. Dan mereka semua memerlukan pendidikan yang lebih baik. Akibatnya, baik faktor kualitas maupun kuantitas pendidikan tidak dapat bisa diabaikan. Pendidikan harus diselenggarakan secara bermutu dan adil mereta bagi seluruh rakyat. Maka, pendidikan yang sudah mahal, karena harus mencapai kualitas, menjadi semakin mahal karena harus melayani pula kuantitas. Peranan TIK dianggap sangat penting dalam dunia pendidikan. Pendidikan suatu bangsa merupakan tolak ukur kemampuan suatu bangsa. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. Salah satu cara pemanfaatan TIK adalah melalaui pembelajaran di kelas yang berbasis teknologi dan informasi. Guru sebagai tenaga pengajar yang profesional harus tahu dan paham akan pentingnya TIK dalam pembelajaran pada saat ini.
Media Pembelajaran Pemanfaatan Teknologi Informasi sebagai media pembelajaran dapat melalui pemanfaatan internet dalam e-learning maupun penggunaan komputer sebagai media interaktif. Diharapkan dengan penggunaan media ini dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat terjadi. Selain itu, proses pembelajaran akan lebih efektif karena penggunaan media pembelajaran memungkinkan teratasinya hambatan dalam proses komunikasi guru-peserta didik seperti hambatan fisiologis, psikologis, kultural, dan lingkungan.
1). Komputer sebagai media pembelajaran komputer awalnya digunakan amat terbatas, hanya untuk keperluan menghitung dalam kegiatan administrasi saja, tetapi sekarang aplikasi komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana komputasi dan pengolahan kata (word processor) tetapi juga sangat memungkinkan sebagai sarana belajar untuk keperluan pendidikan, menurut Rusman, dkk (2011). Kecendrungan menggunakan media komputer dalam bidang pendidikan sudah mulai tampak sekitar pada tahun 1970-an, kini pemanfaatan teknologi komputer telah banyak memberikan kontribusi terhadap proses pembelajaran salah satunya adalah dengan penerapan pembelajaran berbasis komputer. Penggunaan komputer dalam pembelajaran memungkinkan berlangsungnya proses pembelajaran secara individual (individual learning) dengan menumbuhkan kemandirian dalam proses belajar, sehingga siswa akan mengalami proses yang jauh lebih bermakna dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Manfaat komputer untuk tujuan pendidikan menurut Arsyad (2005) yaitu :
a) Komputer dapat mengakomodasi siswa yang lamban menerima pelajaran karena dapat memberikan iklim yang lebih bersifat afektif dengan cara yang lebih individual, tidak pernah lupa, tidak pernah bosan, sangat sabar dalam menjalankan instruksi seperti yang diinginkan program yang digunakan.
b) Komputer dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan, melakukan kegiatan laboratorium atau simulasi karena tersedianya animasi grafik, warna, dan musik yang dapat menambahkan realisme.
c) Kendali berada di tangan siswa, sehingga tingkat kecepatan belajar siswa dapat disesuaikan dengan tingkat penguasaannya. Dengan kata lain, komputer dapat berinteraksi dengan siswa secara individual misalnya dengan bertanya dan menilai jawaban.
d) Kemampuan merekam aktivitas siswa selama menggunakan program pembelajaran, memberikan kesempatan lebih baik untuk pembelajaran secara perorangan dan perkembangan setiap siswa selalu dapat dipantau.
e) Dapat berhubungan dengan, dan mengendalikan peralatan lain seperti CD interaktif, video, dan lain-lain dengan program pengendali dari komputer. Pada masa sekarang aplikasi-aplikasi pada komputer terus berkembang bahkan pemakai komputer atau user juga dimungkinkan untuk dapat melakukan interaksi langsung dengan sumber informasi baik secara online maupun offline. Berbagai bentuk interaksi dapat berlangsung dengan tersedianya medium komputer. Pemanfaatan ini di dasarkan pada kemampuan yang dimiliki oleh komputer dalam memberikan umpan balik (feedback) yang segera kepada pemakainya. Peranan komputer sebagai media pembelajaran adalah menjadi sumber utama (major resource) dalam mengimplementasikan program pembelajaran di sekolah, melalui komputer siswa dapat menjalankan aplikasi program yang di dukung juga dengan fasilitas penunjang lain yang saat ini berkembang yaitu internet.
2) Pemanfaatan internet dalam pembelajaran perkembangan teknologi yang sangat pesat telah memiliki peranan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan termasuk di dalamnya untuk pendidikan atau pembelajaran. Internet sebagai hasil dari perkembangan teknologi tentunya memiliki pengaruh dalam dunia pendidikan. Secara tidak langsung internet mendorong dunia pendidikan untuk menyesuaikan dengan arus informasi globalisasi, secara langsung internet dapat dimanfaatkan sebagai sumber dan media pembelajaran bagi para peserta didik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Kekayaan informasi yang sekarang tersedia di internet telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi para penemu sistemnya. Melalui internet dapat di akses sumber sumber informasi tanpa batas dan aktual dengan sangat cepat. Adanya internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika serikat dalam bentuk Digital Library. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat juga dilakukan melalui internet. Manfaat internet menurut Hardjito (2002) menyatakan bahwa internet lebih banyak disebabkan oleh kecepatan, kemudahan, murah dan canggih. Namun pemakai lebih cendrung menggunakannya untuk kebutuhan e-mail dan browsing. Padahal kemampuan dan fasilitas dari internet lebih dari itu.
Beberapa keuntungan atau manfata pembelajaran melalui internet, menurut Siahaan adalah sebagai berikut :
a) Menjadi alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif.
b) Melengkapi proses belajar supaya lebih menarik perhatian peserta didik.
c) Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran mutu belajar mengajar.
d) Membantu peserta dalam memahami materi pelajaran.
Dari pernyataan di atas bagi siswa internet dapat dimanfaatkan secara positif, namun manfaat internet dalam pembelajaran bukan hanya sebagai alat pembelajaran saja bagi peserta didik, tetapi juga bermanfaat bagi para pengajar untuk meningkatkan keilmuan mereka ke arah profesionalitas.
3). Pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran perkembangan teknologi komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan (network) yang dapat memberi kemungkinan bagi peserta didik untuk berinteraksi dengan sumber belajar secara luas. Jaringan komputer berupa internet dan web telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan terkini dalam bidang akademik mereka masing- masing. Diskusi dan interaski keilmuan dapat terselenggara melalui tersedianya fasilitas internet dan web dengan sistem e-learning sehingga memungkinkan peserta didik untuk mengakses informasi secara fleksibel tanpa terbatas waktu dan tempat.
Keuntungan e-learning, menurut Wahono (2005) adalah sebagai berikut :
a) Fleksibel karena siswa dapat belajar kapan saja, dimana saja, dan dengan tipe pembelajaran yang berbeda-beda.
b) Menghemat waktu proses belajar mengajar
c) Mengurangi biaya pembelajaran.
d) Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur peralatan,buku-buku).
e) Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.
f) Melatih pembelajaran lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
Pernyataan diatas menunjukkan manfaat dari e-learning yang cukup banyak. Selain itu keuntungan e-learning dan perspektif peserta didik, antara lain :
a) Meningkatkan komunikasi dengan pendidik dan peserta didik.
b) Lebih banyak materi pembelajaran yang tersedia yang dapat di akses tanpa memperhatikan ruang dan waktu.
c) Berbagai informasi dan materi terorganisasi dalam satu wadah materi pembelajaran online.
Uraian diatas mengenai manfaatan e-learning tidak hanya bagi peserta didik, namun juga bagi pendidik, manfaat e-learning dari perspektif pendidik di antaranya adalah :
a) Meningkatkan pengemasan materi pembelajaran dari yang saat ini dibangun.
b) Menerapkan strategi konsep pembelajaran baru dan inovatif.
c) Efesiensi.
d) Pemanfaatan aktivitas akses pembelajaran.
e) Menggunakan sumber daya yang terdapat pada internet.
f) Dapat menerapkan materi pembelajaran lebih luas dan multisumber belajar.
Disimpulkan teknologi informasi komunikasi berbentuk e-learning telah terbukti banyak menunjang proses pembelajaran warga belajar secara lebih efektif dan produktif, namun di sisi lain masih ada kelemahan dan kekurangan. Dari sisi kegairahan kadang-kadang anak-anak lebih bergairah dengan internetnya itu sendiri dibandingkan dengan materi yang dipelajari dalam e-learning . Jadi warga belajar menerima teknologi informasi dan komunikasi seiring berjalannya waktu.
Sumber :
http://ejournal.bsi.ac.id/2016/mengelola-sumber-daya-manusia-dalam-TIK.Html ( diakses 25 februari 2018)

Komentar
Posting Komentar