Kesiapan Sumber Daya Manusia Dalam Memanfaatkan TIK Untuk Program PLS
Meilisa Lusita (19005071)
Penggunaan atau pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam program PLS tidak terlepas dari peranan sumberdaya manusia sebagai pengelolanya. Seorang sumberdaya manusia sangatlah memiliki peranan penting dalam pengelolaannya, baik itu dalam proses perancangan, pemanfaatan, maupun evaluasi. Oleh karena itu, kesiapan dari sumberdaya manusia dalam pengelolaan TIK sangat diperlukan, agar suatu tujuan dapat tercapai dengan efektif dan efisien.
MenurutYusnawati (2007:11), ”kesiapan merupakan suatu kondisi dimana seseorang telah mencapai pada tahapan tertentu atau dikonotasikan dengan kematangan fisik, psikologis, spiritual dan skill”.
Menurut Suharsimi Arikunto (2001:54), ”kesiapan adalah suatu kompetensi berarti sehingga seseorang yang mempunyai kompetensi berarti seseorang t kesiapan adalah
suatu kondisi yang dimiliki baik oleh perorangan maupun suatu badand dalammempersiapkan diri baik secara mental, maupun fisik untukm mencapaitujuan yang dikehendaki.ersebut memiliki kesiapan yang cukup untuk berbuat sesuatu”
kesiapan adalah suatu kondisi yang dimiliki baik oleh perorangan maupun suatu badan dalam mempersiapkan diri baik secara mental, maupun fisik untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.
Sumber daya manusia (SDM) adalah semua orang yang terlibat yang bekerja untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.
Dari pengertian kesiapan dan sumberdaya di atas, dapat disimpulkan bahwa kesiapan sumberdaya manusia dalam pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk program PLS merupakan suatu kondisi yang dimiliki oleh semua orang yang terlibat yang bekerja dalam mempersiapkan diri baik secara mental, maupun fisik untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.
Suatu kondisi dikatakan siap setidak-tidaknya mencakup beberapa aspek, menurut Slameto (2010:14), ”ada tiga aspek yang mempengaruhi kesiapan yaitu:
1) Kondisi fisik, mental, dan emosional
2) Kebutuhan atau motif tujuan
3) Keterampilan, pengetahuan, dan pengertian yang lain yang
telah dipelajari”.
Keberterimaan Warga Belajar terhadap produk TIK yang digunakan dalam program PLS
Teknologi informasi telah menjadi industri yang utama dan mampu memenuhi kebutuhan yang paling pokok dalam bidang ekonomi serta sumber-sumber daya utama lainnya. Teknologi komputer telah melahirkan satelit komunikasi yang dapat digunakan untuk kepentingan sarana telekomunikasi dan berbagai keperluan lainnya, termasuk untuk kepentingan siaran radio dan televisi. Disamping itu telah muncul berbagai macam sistem penyaluran informasi dengan memanfaatkan saluran pesawat telepon dan teknologi komputer yang menghasilkan video-text, sehingga memungkinkan pemilik pesawat telepon dapat memperoleh ribuan informasi langsung kapan dan dimanapun ia berada. Pengembangan serat optik (fibre optic) telah menghasilkan sistem televisi kabel dengan jangkauan hampir tidak terbatas.
Dalam konteks sosial telah terjadi percepatan perubahan kehidupan masyarakat. Gelombang masyarakat informasi dipengaruhi oleh proses perbedaan waktu. Perubahan yang sedemikian cepatnya sehingga kita seolah-olah tidak mempunyai cukup waktu untuk bereaksi dan sebagai akibatnya kita dituntut secara terus menerus berantisipasi terhadap masa depan. Dalam masyarakat informasi, orientasi adalah ke masa depan. Kita harus belajar dari pengalaman yang akan datang. Kalau kita mampu melakukannya, berarti kita mampu untuk ”belajar dari masa depan”, sebagaimana kita mempelajari pengalaman masa lalu.
Menilai tentang pertumbuhan masyarakat informasi yang merupakan proses lebih lanjut dari masyarakat agraris dan masyarakat industri, Jhon Naisbitt dalam buku Megatrends, menyatakan terdapat lima hal yang perlu diperhatikan dalam perubahan masyarakat informasi, yaitu:
1. Masyarakat informasi merupakan suatu realitas ekonomi.
2. Inovasi dibidang komunikasi dan teknologi komputer, menambah langkah perubahan dalam penyebaran informasi dan percepatan arus informasi.
3. Teknologi informasi yang baru pertama kali diterapkan dalam tugas industri secara bertahap akan melahirkan aktivitas produk industri yang baru.
4. Setiap individu yang mengiginkan kemampuan menulis dan membaca, mempunyai kesempatan yang lebih baik dibandingkan pada masa sebelumnya.
5. Keberhasilan atau kegagalan teknologi komunikasi ditentukan oleh prinsip dan sentuhan daya nalar yang tinggi dari masyarakat yang bersangkutan.
1. Pemanfaatan teknologi informasi hendaklah dibarengi dengan kemampuan sumber daya manusia yang memadai, sehingga dapat terus mengikuti perkembangan teknologi informasi. Hal ini dibarengi dengan kriteria penyebaran gagasan yang menyangkut pemikiran inovatif dalam memperkenalkan penemuan teknologi baru, sebagaimana diungkapkan Everett M. Rogers melalui bukunya Diffusion of Innovation, sebagai berikut:
a. Tahap menyadarkan (awareness stage)
b. Tahap menyampaikan informasi (information stage)
c. Tahap mencoba menerapkan gagasan (trial stage)
d. Tahap menentukan sikap menerima atau menolak (adaption stage).
2. Fokus utama pemanfaatan teknologi informasi hendaklah difokuskan kepada faktor manusianya. Seorang antropolog terkemuka Ashley Montagu dalam buku ”Communication Evolution and Education”, dengan tegas menyatakan “the most important agency through which the child learns to be human is communication, verbal also non verbal”. Dengan demikian komunikasi erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia yang menimbulkan respons melalui lambang-lambang verbal maupun non verbal. Oleh karena itu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tidaklah semata-mata pada nilai fisik sesuatu proyek saja, tetapi yang lebih penting lagi adalah faktor manusianya.
3. Peran serta pemerintah, praktisi, dan masyarakat dalam mengontrol, memberi masukan, dan mengevaluasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi merupakan kunci utama keberhasilan masyarakat era teknologi informasi.
4. Berbagai kecenderungan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang kita temui dewasa ini, merupakan sebuah aktivitas dari keinginan pribadi dan kelompok yang memanfaatkannya untuk sebuah kemajuan dan sarana membantu aktivitas manusia sehari-hari. Namun adakalanya dipergunakan sebagai sarana kepentingan pribadi maupun kelompok dengan dalih mengatasnamakan sebuah kreativitas yang menjurus kepada kejahatan logic bomb atau unsmoking gun, yakni senjata maut yang tidak berasap dan tidak memberikan tanda bahaya terlebih dahulu.
sih.staff.telkomuniversity.ac.id/sumber-daya-manusia-it-dan-kompetensinya/
http://ejournal.bsi.ac.id/2016/mengelola-sumber-daya-manusia-dalam-TIK.Html ( diakses 25 februari 2018)
Anawati, Novita Dwi. Dkk. 2013. Keberterimaan Pengguna (mahasiswa) terhadap Sistem Informasi Akademik Universitas Airlangga Cyber Campus (UACC). Pdf.

Komentar
Posting Komentar